The Bento Papa (2)

Bertemu kita di artikel per-bento-an bagian kedua. Belum sampai seminggu, memang. Tapi karena saya sudah mulai bikin bento sejak awal bulan Agustus, jadi rencananya seri The Bento Papa ini akan dipecah dalam 3 bagian, yang dituliskan dalam kurun waktu paling lama 10 hari. Setelah itu baru artikel tentang bento terbit seminggu sekali.

Enggg.. paragraf diatas masih berupa wacana sih. Kalo berdasarkan sejarah perblog-an saya, biasanya menggebu-gebu diawal, lalu mbrebet di tengah-tengah. Yaa semoga sesi kali ini tidak berakhir seperti yang sudah-sudah.

Yak, ini adalah hasil hasta karya bento *halah* selama seminggu. Senin sampai Jumat di pertengahan bulan Agustus 2014. Kita mulai dari yang pertama *jrengjreng* :

Week 2

Day 5/Monday. The SS Warrior.

Day 5. Sandwich & Scrambled Warrior

Day 5. The SS Warrior.

Oke, ini mungkin berlebihan. SS Warrior ini ngga ada hubungannya sama Nazi ataupun makanannya. Percayalah, makanan Jerman paling cuman itu-itu aja. Sosis, daging, kentang. Muter-muter wae ngono tok. Bumbu pun kalo aslinya dari sono ya cuman garem dan merica.

Eh lha kok malah ngomongin makanan Jerman:/ Jadi SS pada gambar diatas maksudnya adalah Sandwich & Scrambled (eggs).

Pada sisi kanan adalah roti tawar yang dioles butter (anchor unsalted), kemudian bacon dan keju kraft single. Kasih mayonaise dikit agar rasanya oke, dan bikin lengket isiannya jadi ngga ambyar waktu digigit. Terlihat ada 6 potong, sebenarnya itu hanya terbuat dari 1 tangkup (sepasang) roti tawar yang dipotong jadi 6 bagian agar pas masuk di lunchbox nya.

Bagian kiri adalah scrambled eggs, brokoli dan klengkeng+strawberry. Cara bikinnya: kocok telor hingga kuning dan putihnya tercampur sempurna. Tambahkan susu full cream (saya pake ultrajaya) sekitar 50ml. Panaskan butter sedikit (5-10gr) hingga meleleh pada teflon pan lalu masukkan adonan. Aduk-aduk, jadi deh scrambled eggs.

Brokoli cukup di microwave atau direbus sebentar. Nah, untuk klengkeng dan strawberry, ini adalah tips yang berguna bagi kalian hai ibu-ibu atau bapak-bapak yang suka ribet anaknya ngga suka makan buah yang asem kayak strawberry gini — alasan kenapa strawberry dimasukkan kedalam klengkeng; selain alasan estetika, juga karena rasa asem strawberry bakalan terkompensasi dengan manisnya klengkeng. Gituh.

 

Day 6/Tuesday. Tricolore Pasta.

Day 6. Tricolore Pasta.

Day 6. Tricolore Pasta.

Terlihat rumit mungkin, sampai ada pasta berwarna 3 jenis; kuning (plain), merah, dan hijau. Cara bikinnya bisa dibikin ribet, yaitu dengan menggunakan wortel dan bayam, tapi janganlah tertipu saudara-saudara.. Ini pasta emang udah dari sononya warnanya ada 3 gini. Ada kok di supermarket-supermarket terkemuka.

Ngga ada yang spesial sebenarnya di bento ini. Cara masak pasta sama dengan spaghetti pada postingan sebelumnya; ada parmesan, dan toppingnya adalah sosis yang dipotong melintang lalu di sautee (tumis) dengan margarin. Sebisa mungkin hindarilah deep fried jika mengolah sosis; kasihan dia — sudah produk olahan, masih digoreng kering pulak. Hadeh.

Sebelah bawah, telor ceplok, dan klengkeng+strawberry.

 

Day 7/Wednesday. Bacon Fried Rice & Some Scrambled.

Day 7. Poking Scrambled & Bacon Fried Rice

Day 7. Some Scrambled & Bacon Fried Rice

Not much to say. Nasi goreng dengan bumbu bawang putih geprak+rajang, didalamnya dikasih irisan wortel dan buncis kecil-kecil. Pakai kecap manis dan sedikit kikkoman. Bacon ditumis dengan sedikit margarin, dan pada komposisi ini ada juga scrambled eggs dengan cara masak yang sama pada hari sebelumnya.

 

Day 8/Thursday. Spinach Pesto Pasta.

Day 8. Pesto! Pasta! Squid! Shrimp! Yeah!

Day 8. Pesto! Pasta! Squid! Shrimp! Yeah!

Nah ini baru seru. Obsesi bikin pesto sudah melanda sejak beberapa hari sebelumnya, tapi terkendala bahan yang baru inget nggak ada-nya itu ya pas pagi-pagi mau bikin bento. Oh ya, pesto aslinya adalah nama jenis sauce dari itali bagian lor, terbuat dari basil, garlic dan olive oil. Karena basil adalah susah nyarinya di pasar, jadi ya diganti dengan bayam saja. Beda rasa sih, tapi penampakannya sama. Dan enak juga kok :p

Cara bikinnya;
Siapkan pasta (spaghetti) seperti biasa; rebus dengan air+garam dan sedikit oil, jika sudah al dente maka angkat dan tiriskan, dan tambahkan olive oil biar ngga lengket dan rasanya cihuy.
Pisahkan bayam dari batangnya. Sebisa mungkin yang dipakai adalah hanya daun dan batang yang kecil. Kalo bagian bonggol jelas jangan dipakai mbangane wagu rasane. Blender bayam dengan 1/2 siung bawang putih pakai sedikit air.
Rebus saus hingga mendidih, tambahkan garam seperlunya dan langsung cemplungkan pasta (spaghetti)nya lalu aduk hingga rata sekitar 3-4 menit lalu angkat.

Jadi deh pesto spinach pasta🙂 Oh ya, sedikit catatan; yang dimaksud pasta itu bisa saja spaghetti, fetuccinni, macaroni dll. Asal teksturnya kayak gitu itu dan bahannya dari gandum, akan bisa disebut pasta.

Toppingnya adalah dari cumi-cumi dan udang yang ditumis kurang dari 1 menit dengan wajan, pakai margarin. Kasih keju parmesan juga diatas pasta.

Tips lagi nih: cumi-cumi kalo dimasak terlalu lama, bakalan jadi keras. Biasanya ini kesalahan umum pada warung/resto seafood. Mirip daging sapi sebenarnya; ngga cocok dimasak terlalu lama (kecuali mau bikin empal atau rendang).

Oh ya, lagi-lagi scrambled eggs :p

 

Day 9/Friday. Nori Sandwich & Biting Oranges

Day 9. Nori Sandwich & Some Oranges.

Day 9. Nori Sandwich & Biting Oranges.

Setiap kali bikin bento, sebelum lunchbox nya ditutup, maka wajib hukumnya saya memperlihatkan dulu ke Archipelago untuk persetujuan dia. Biasanya saya nanya dulu; “Ini oke kah? Bisa habis?” Kalau sudah ada kata “OK”, maka baru sah bento box itu masuk kedalam tasnya.

Nah sandwich kali ini sebenarnya adalah hasil kompromi. Tadinya isiannya adalah bacon, telor dadar, lettuce, keju (+butter dan mayonaise). Tapi ketika dimintakan acc ke Archi, sontak dia bilang “Aku ga mau daunnyaaaaa!”. Yo wis, si lettuce itu akhirnyalah diganti dengan nori (rumput laut). Paling ora podo ijo-ne lah.

Di sisi kanan, jeruk sunkist yang manis banget, jadi saya berasa perlu masukin si strawberry ke dalam sela-sela si jeruk ini. Jadinya kayak strawberry yang dimakan jeruk. Iya kan? Ya? Ya? Iyain aja ya..

Oh ya, saat saya upload foto ini ke Path, ada yang nanya — kok bisa bikin telor dadar tipis gitu caranya gimana?
Tipsnya: kocok telor hingga tercampur sempurnya, dan tambahkan sedikit tepung (paling bagus tepung maizena) lalu aduk rata. Struktur telor dadar akan lebih padat dan tidak mudah ambyar, sehingga bisa jadi tipisss banget tapi nggak sobek.

Tips lainnya: kalo ga sempet bikin bento trus ribet dikantor banyak meeting, bolehlah pesan antar atau online delivery order aja di MakanDiantar.com ;)
*teteup ngiklan

Okay. Segitu dulu dan sampai jumpa lagi pada seri berikutnya. Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s