Mlayu sak plinthengan (1)

Sudah hampir setahun ini seingatku, dari awal pertama kali aku mulai lari. Sakplinthengan wae wis menggeh-menggeh. Kalau diterjemahkan, plinthengan artinya ketapel. Sak plinthengan adalah satuan imajiner jarak terjauh proyektil batu yang ditembakkan dengan media ketapel. Konversi bebasnya yaaa sekitar 200m lah. Sependek itu jaraknya pun aku harus sudah berhenti karena kehabisan napas.

Masih ingat sekali momen ketika awal pertama kali jogging. Aku selalu memilih jalan yang sepi, sepagi mungkin. Alasannya adalah: kalau lari cuman bentar trus berhenti, ketahuan orang malu kan :p Sempat aku hampir putus asa, karena setelah beberapa kali mencoba berlari, pasti akan berhenti pada beberapa ratus meter pertama. Bar kuwi mandeg. Grek. Entek ambegane. Ngok.

Seperti kata pepatah, Google adalah guru terbaik. Ternyata kemudian aku sadar bahwa caraku berlari yang waton biyanter itu salah. Harusnya newbie kayak aku itu pelan-pelan saja larinya, tapi jangan berhenti-berhenti dulu. Oke deh, aku coba.

Dan teknik itu ternyata berhasil.

Setelah sekian minggu, jarak lariku bertambah menjadi 1km, lalu 2km dan dalam 3 bulan aku bisa berlari sampai 3km nonstop. Aku mulai ketagihan berlari, sampai sekarang rekorku berlari nonstop adalah 8km, dan akan terus nambah lagi sampai bisa ikut event marathon. Amin.

Wait. Ini bukan artikel tentang motivasi. Kalau cerita tentang motivasi nonton acaranya Mario Teguh aja ya :p Bukan keberhasilanku yang ingin tak ceritakan. Aku mau cerita tentang satu dua alasan kenapa aku mulai lari.

Waktu itu sekitar Agustus tahun 2011. Aku dapet kabar kalau kakak laki-lakiku yang no 3 harus dirawat di RS Harapan Kita karena gangguan jantung, yang kemudian akhirnya harus menjalani operasi karena kelainan pada jantungnya tersebut.

Oh well, that’s bad.

Tapi yang lebih mengejutkan lagi, ternyata kakak laki-lakiku yang no 2, awal 2012 ternyata juga mengalami gangguan. Beda keluhan, beda kelainan, tapi sama obyeknya; Jantung.

Dan akhirnya dijadwalkanlah kakakku ini juga operasi Jantung juga dalam waktu dekat.

Aku anak bungsu dari 6 bersaudara, dengan 3 laki-laki dan 3 wanita.

2 dari 3 laki-laki itu mengalami kelainan jantung dan harus menjalani operasi. Aku tidak mau menjadi yang ketiga. Itulah alasan pertama kenapa aku tidak mau hanya bisa mlayu sak plinthengan thok. Alasan yang lain akan kuceritakan pada post selanjutnya (semoga).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s