Dragon Balls, Saiyan, Augmented Reality, dan masa depan kita. (repost 2009)

Artikel ini ditulis pada tanggal 24 Agustus 2009 pada FaceBook Notes ini >> http://www.facebook.com/note.php?note_id=249967495721

Alasan repost adalah karena ini sudah akhir maret dan kalau saya tidak posting bulan ini bakalan kosong deh kolom bulan Maret 2011 saya:/

———

Apa yang akan anda lakukan ketika anda seorang turis lokal yang butuh informasi mengenai gunung Merapi; berapa tingginya, bagaimana akses naiknya, serta siapa yang bisa memandu mendakinya?

1989 — Tanya penduduk lokal
1999 — Cari telpon umum kartu trus tanya temen?
2009 — Find it on Google mobile. Masuk ke google.com di hape, trus tinggal masukin aja keyword “Merapi info”. Beres.

Okay. Next question: Anda di Thailand, tidak punya guide dan semua papan penunjuk dalam huruf Thai. Ada sebuah bangunan berbentuk pagoda didepan anda, yang membuat anda penasaran setengah mati ingin tahu sebenarnya bangunan apa ini? Apa yang anda lakukan?

1989 — Tanya penduduk lokal
1999 — Tanya penduduk lokal
2009 — Tanya penduduk lokal? Yaa — mungkin butuh beberapa saat dengan bahasa tarzan, dan infonya mungkin ngga valid juga. Tapi kalau udah ketahuan nama bangunannya kan tinggal di search di Google lagi. Beres.

———-

Ingat komik Dragon Balls?

Singkatnya, komik ini menceritakan tentang seorang anak — rada mirip monyet karena punya ekor — yang belakangan diketahui datang dari Planet Saiya. Cerita berkembang ketika orang-orang suku Saiya datang dan berniat menginvasi bumi. Goku — nama anak tersebut berjuang menyelamatkan umat manusia.

Bagi penggemar komik ini pasti mengenal scouter, nama gadget Suku Saiya yang berbentuk visor –kacamata yang hanya separoh saja — untuk berkomunikasi antar saiyan dan mengukur berapa kekuatan makhluk hidup.

Kalau manusia (khususnya Indonesia – Jawa) punya motto hidup “urip ki mampir ngombe”, mungkin motto Saiyan (orang suku Saiya) adalah “urip ki mampir gelut”. Nah, karena mereka setiap saat bisa bertemu musuh dan bertarung, maka Scouter sangatlah penting untuk mengukur kekuatan lawan. Maksudnya kalau lawannya lebih lemah ya bisa jadi lebih pede buat nantangin gitu; tapi kalo musuh lebih kuat ya agar bisa nyusun strategi ‘nyang-nyangan’ atau malah kabur..

Scouter

Konsep Scouter adalah menampilkan informasi tambahan yang tidak bisa didapatkan dari mata telanjang mengenai lawan. Ketika Saiyan yang memakai Scouter melihat ke seseorang maka yang sampai ke mata dia adalah gambar orang tersebut (real world) dan tambahan informasi berupa angka yang menunjukkan berapa kekuatan lawan (computer generated data).

Inilah awal dari konsep Augmented Reality. Dan inilah masa depan kita.

Kini, manusia modern sudah terfasilitasi dengan informasi yang luar biasa komplit dari Internet. Beberapa tahun yang lalu informasi-mengenai-apapun itu sudah ada, tapi kita kesulitan mendapatkan informasi tersebut, hingga kemudian Yahoo — dan kemudian Google dengan portal search engine nya memudahkan sangat; hingga muncul terminologi mBah Google Yang Maha Tahu.

Saya tidak bisa lagi hidup tanpa internet, khususnya search engine, dan lebih khusus lagi Google. Dan saya yakin sekali banyak teman-teman yang sama kasusnya dengan saya. Tapi masih ada kelemahan dari search engine — dia masih membutuhkan keyword. Pada kasus dimana kita hilang arah, atau bahkan tidak yakin akan nama sesuatu yang ingin anda ketahui infonya, search engine menjadi mandul.

Augmented reality adalah informasi detil mengenai sesuatu yang ditambahkan sebagai layer tambahan pada informasi dunia nyata. In other words, augmented reality is the real world blended with virtual reality. Sudah kita bahas diatas tadi; contohnya adalah Scouter di Dragon Balls.

Ada minimal 5 elemen penting yang menjadi syarat Augmented Reality, yaitu adanya (1) GPS, (2) Digital Compass, (3) Camera, (4) Display, (5) Koneksitas data ke sumber informasi.

Android Device

Nah, perangkat yang mendukung Augmented Reality yang sekarang sudah dikembangkan dan sudah diluncurkan adalah lansiran dari HTC dengan Operating System Android (dari Google). Adapun software yang mendukung salah satunya adalah wikitude (www.wikitude.org) yang cara kerjanya adalah:

– Dengan GPS, mengidentifikasi posisi pengguna
– Dengan digital compass; mengidentifikasi kearah mana gadget itu diarahkan
– Kamera menangkap object yang akan diketahui info detilnya
– Device mengidentifikasi koordinat object tersebut dan mendownload informasi dari Wikipedia — atau sumber data yang lain
– Data ditampilkan di display — overlay dengan object sesungguhnya.

Prediksi saya, software augmented reality akan bisa diinstall pada semua smartphone hi-end keluaran tahun 2010. Sekarang ini yang bisa mendukung barulah Iphone 3G[S] dan jajaran HTC dengan Android OS.

Jika Wikipedia memberikan informasi bahwa konsep Augmented Reality ditemukan pada 1990 oleh Thomas Caudell ( http://en.wikipedia.org/wiki/Augmented_reality ), maka saya dengan lantang menyanggahnya!

Pada tahun 1984 — 6 tahun sebelum Thomas Caudell bicara tentang Augmented Reality — konsep ini sudah ditemukan dan diaplikasikan dalam Dragon Balls oleh pengarangnya, Akira Toriyama.

——-

Anda di Thailand, tidak punya guide dan semua papan penunjuk dalam huruf Thai. Ada sebuah bangunan berbentuk pagoda didepan anda, yang membuat anda penasaran setengah mati ingin tahu sebenarnya bangunan apa ini? Apa yang anda lakukan?

2009 akhir — point your AR gadget to that pagoda, and read the detailed info on the display.

One thought on “Dragon Balls, Saiyan, Augmented Reality, dan masa depan kita. (repost 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s