Aquaponics – 1

Aquaponics berasal dari kata Aquaculture — pengembang biakan hewan air dengan Hydroponics — sistem penananaman dengan media air.

Aquaculture + Hydroponics = Aquaponics

Musim hujan. Musim kemarau. Banyak air. Kekeringan. Panas. Mendung. Nenek moyang kita dulu mengenal ilmu titi mangsa sebagai pedoman menentukan kapan harus menanam padi, jagung, palawija, ataupun segala tanaman hasil bumi mereka.

Jaman berubah. Kebutuhan manusia meningkat. Ketika seharusnya tanah berhak untuk ditumbuhi berbagai macam tanaman, haknya dikebiri menjadi hanya satu jenis secara kolosal per area: Padi. Jagung. Cabe. Tomat. Atas pertimbangan efisiensi dan efektifitas, tanah dikelola dengan prinsip industri; homogen dan sistematis.

Pupuk. Pestisida. Insektisida. Bahan kimia. Segala zat additif yang bisa membuat tanaman pangan itu tetap berproduksi secara masif. Ketika unsur hara alami tanah sudah diserap habis, segera digantikan oleh penyubur sintetis.

Seiring berjalannya waktu, semakin tidak menentu pula iklim bumi, membuat prediksi-prediksi mengenai musim menjadi sangat tidak akurat; bahkan di masa kini ketika kita sudah mengenal teknologi satelit.

Bukan manusia, tentunya ketika tidak selalu berkembang dan belajar. Teknologi baru selalu muncul sebagai solusi masalah lalu, walau pasti berkelindan dengan masalah baru yang kemudian juga akan timbul.

Aquaponics adalah satu bagian utama dari Zero Waste System. Ikan, sama halnya dengan binatang yang lain; menghasilkan limbah kotoran berupa ammonia yang juga berfungsi sama dengan pupuk kandang — merupakan sumber makanan yang sangat bagus untuk segala tumbuhan.

Pada sistem Hydroponic, air berfungsi sebagai hanya media pelarut nutrisi buatan yang kemudian akan diserap oleh akar tanaman. Sedangkan di Aquaponics, air (H2O) bereaksi langsung dengan Ammonia yang dihasilkan oleh ikan sehingga membentuk nitrit (N02) dan kemudian berubah lagi menjadi nitrat (NO3) yang merupakan unsur asupan utama tumbuhan.

Murni organik. Tanpa tambahan pupuk atau nutrisi tambahan lagi. Media yang digunakan bukan lagi tanah, tapi kerikil yang fungsi utamanya adalah penopang akar tanaman. Sistem ini ketika ditempatkan dalam sebuah greenhouse juga membuat tanaman tidak lagi mengenal musim. Kita bisa meminimalkan pengaruh cuaca seperti curah hujan, kelembaban, dan intensitas cahanya matahari.

The word “Aquaponics” came from Aquaculture — fresh/sea water breeding and Hydroponics — water based farming.

Aquaculture + Hydroponics = Aquaponics.

Rainy season. Dry season. At some time we had too many water, while next period we’re drought with sun shines too bright above us. Our ancestors used to watch the stars as the guideline on when to plant rice, corn, and other plants.

Season changes. Time flies. Human needs is rising excruciatingly. Land soil which used to be seeded with various of plants, now became homogonous. Only rice. Only corn. Only chili. For the sake of efficiency and effectivity, lands are managed by industrial principle: systematic & standard.

Fertilizer. Pesticide. Insectiside. Chemical compounds. So many kind of additives injected to the soil so that plant production guaranteed to continue massively. When then natural nutrients of soil already depleted, it will be replaced immediately by synthetic fertilizers.

Earth climate is getting more and more unpredictable noawadays, therefore we don’t really have a consistent pattern on season forecast, even though–using our sattelites as the newest technology.

Therefore, we are human, creature which learn and adapt naturally with the world. New technology always arise as the solution of the past problems, along with new problems which always come up also.

Aquaponics is one part of the Zero Waste System. Fish –like any other animals–produce ammonia bio-waste. We can also use this as the natural fertilizers, the best nutrients for every plants.

In the Hydroponics system, water functions only as the nutrient solvent which then absorbed by the root of plants. In Aquaponics, water reacts with Ammonia by the fish, producing Nitrite, and then turned into Nitrate, which will become the main nutrient of the plants.

Pure Organic. We need no more additional fertilizer. We replace soil with gravels — as the support system of the plant roots. Using greenhouse, plants no longer affected by the weather outside. We managed to stabilize the effects of rain, humidity, and sunlight.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s