Surprise!

— Akhir November 2011

Tidak hanya sekedar acara band, atau cuma mengirimkan kartu ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru yang biasa saja. Juga bukan hanya parcel. Kalau hanya itu; maka semua orang, semua perusahaan akan melakukannya.

We need something different.
Something memorable.

Idenya adalah bagaimana kami bisa memberikan sebuah surprise delivery untuk pelanggan di FoodFezt. Tapi bukan sekedar bingkisan makanan yang biasa saja. Kami tidak ingin hantaran makanan tersebut hanya berakhir di ujung meja makan, dan hanya disentuh ketika senggang, dan dilihat hanya sekedar sesuatu yang just okay. No, no. It has to become something great, something surprising, something very nice. It has to be customized. Setiap pelanggan yang dikirim harus mendapat makanan favoritnya, bukan sesuatu yang generik.

Dan bagaimana hal itu bisa terjadi? Ini jelas bukan sesuatu yang mudah.

Bagian paling krusial adalah bagaimana tim kami bisa mengidentifikasi makanan favorit pelanggan. Memang kami punya mekanisme guest comment; dimana ada kolom “makanan kesukaan”, dan setelah 4 tahun FoodFezt berdiri, cukup banyak data makanan favorit pelanggan yang kami dapatkan. Tapi kemudian timbul pertanyaan; apakah makanan kesukaan 3-4 bulan yang lalu, atau bahkan lebih lama lagi — 1, 2 tahun yang lalu masih sama dengan sekarang?

— Desember 2011: Minggu I

We need the most up-to-date, the freshest data.
Where else other than social media?

Kami sudah sejak dulu menggunakan social media sebagai sarana untuk lebih dekat dengan pelanggan kami. Sejak era Friendster, Facebook, Plurk, dan sekarang Twitter. Tweet for Ice Cream, program engagement kami dengan pelanggan bisa dikatakan sudah sangat mapan. Inti dari program ini adalah memberi reward bagi pelanggan yang mau berbagi informasi tentang makanan apa yang sedang disantap di FoodFezt. Just tweet what u’re eating n u get free ice cream! It’s that simple, and it works 🙂

Data yang kami butuhkan tentunya adalah: 1) Nama pelanggan, 2) Alamat; dan 3) Makanan Favorit pelanggan tersebut. Kami berpikir, kenapa tidak bertanya langsung kepada pelanggan kami?

Lalu kami tweet: “Siapa namamu? Dimana alamatmu? Apa makanan favoritmu?”

Hasilnya: (jreng jreeeeng) NOL RESPON. This strategy failed 😦

— Desember 2011: Minggu II

Crouching Tiger, Hidden Dragon.

Terinspirasi dari sebuah film Asia berjudul Crouching Tiger Hidden Dragon (Wo Hu Cang Long) yang dibintangi oleh Zhang Ziyi dan Michelle Yeoh, terjemahan bebasnya kira-kira adalah “menunjukkan macan yang merangkak sembari menyembunyikan naga” — sebuah peribahasa cina yang arti sebenarnya adalah bahwa sesuatu yang besar, kuat bahkan berbahaya; itu tersembunyi letaknya.

Kami membuat quiz di Twitter; yang diadakan pada waktu-waktu tertentu dengan hadiah voucher yang bisa dibelanjakan di FoodFezt; dengan syarat peserta harus menyebutkan nama, alamat lengkap, dan makanan favorit– dengan cara mention/DM akun @FoodFezt beserta tagar #SDS. Bisa ditebak– singkatan SDS sebenarnya adalah… Surprise Delivery Service.

Hasilnya? Hanya dengan beberapa kali quiz, kami bisa menjaring ratusan data pelanggan terbaru. Target achieved.

— Desember 2011: Minggu III

Victory loves preparation.

Minggu penuh dengan meeting.

Banyak pihak yang harus dikonsolidasikan. Divisi Marketing Communication sebagai motor penggerak dari program ini harus mengolah data pelanggan, designer yang perlu membuat kartu ucapan yang customized– pihak tenant FoodFezt yang harus siap pada D-Day untuk produksi makanan yang diperlukan, Admin/Finance dalam proses administrasi, dan tidak kalah penting adalah peranan Delivery-Man.

— Desember 2011: Minggu IV

God is in the details.

Mendekati D-Day, mapping lokasi data pelanggan dilakukan. Terpaksa harus diadakan filtering, dengan mencoret alamat yang tidak jelas. Adaaa saja pelanggan yang ternyata hanya tweet: “alamat: Ngadirejo RT 13 RW 2” << yang ini terpaksa kami coret 😀

Delivery Man mulai mengadakan survey lokasi tiap-tiap pelanggan. Setiap alamat baru diverifikasi, agar pada saat eksekusi tidak ada acara tersesat atau waktu terbuang sia-sia karena mencari alamat yang belum jelas. Thanks to Google Maps, mencari sebuah alamat tidaklah sesulit beberapa tahun yang lalu.

Kami membagi area delivery menjadi 5 zona, dan mengurutkan makanan sesuai dengan karakternya. Banyak pelanggan yang memilih menu dengan unsur ice cream — atau makanan yang berkuah sebagai makanan favoritnya. Semua pesanan harus diterima dalam kondisi baik. Ice cream tidak boleh dibiarkan sampai meleleh. Makanan berkuah harus diterima dalam kondisi hangat.

— 31 Desember 2011: The D-Day 

We can serve our customers better,
if we get to know them closer.

Apapun strategi yang kami lakukan, yang paling mendasar adalah tujuan bahwa kami ingin melayani dengan lebih baik. Dan cara terbaik untuk melayani, adalah dengan mengenal lebih dekat.

Please check the video below 😉

Pada saat ditulisnya post ini, proses delivery sedang berjalan, dan anda lah, pelanggan kami — yang bisa menilai. Thank you dear customers, for being our customers.

Advertisements

May the Best Win!

Hari ini saya bertugas menjadi orang yang menyebalkan. Membongkar kekurangan orang lain, mencari kelemahannya, dan mengeksposnya secara terang-terangan. Yak, betul. Menjadi juri.

Barusan saja selesai  penjurian wilayah dari Wirausaha Muda Mandiri angkatan 2011 kategori Mahasiswa di hotel Jayakarta Yogyakarta. Sebenarnya jetlag juga, secara tahun kemarin posisinya adalah sebagai peserta, eh ternyata tahun ini didaulat untuk membalik posisi tersebut. Walaupun saya tahu persis “penderitaan” teman-teman yang “dibantai” diruangan itu, tapi sepertinya itu tidak mengurangi kadar “kekejaman” saya. I’m sorry for being rude, guys 😀

Jika bicara mengenai optimisme; presentasi para finalis hari ini, bagi saya adalah semacam moral booster tentang kondisi Indonesia –dan masa depannya. Mendengar cerita (dan keluhan) mengenai kerja keras, penderitaan, serta pencapaian teman-teman ini benar-benar sesuwatuk deh pokoknya *oposeh*

Berikut pemenang wilayah kategori Mahasiswa yang akan mewakili Jateng-Jogja untuk Final Nasional. Congrats for:

  • Arie Yudha @arieyudhamolay — Molay Uniform Division — Clothing Industry specialized in Military-Hobbyist
  • Annur Budi Utama — Dee Publisher @deepublish — Book Publisher specialized in niché market
  • Pulung Agung Dinugraha — Fade Out DJ School
  • Fauzan Rachmansyah @BungFauzan — PT Farbis Indonesia – Kalimilk @kalimilk — Susu Modern Indonesia 🙂

Well, u guys are the best. And may the best, win!

Andy.

Indonesia Itu Mengecewakan

Setiap hari, kita mengalami banjir informasi yang entah kenapa, lebih sering negatif dibanding positifnya. Kerusuhan disana sini, penembakan aparat terhadap rakyat, demo jahit mulut, bom bunuh diri, ganti rugi lahan yang tidak kunjung pasti, korupsi. Bagai tidak ada yang bagus mengenai Indonesia.

Sepertinya hampir semua orang kecewa. Banyak orang selalu menghujat pada semua kejadian yang ada — sedihnya — baik yang baik maupun yang buruk. Sepertinya semua yang dilakukan dianggap salah. Memang ada, satu-dua berita positif tentang Indonesia; tapi kita ternyata lebih tertarik pada berita buruk. It’s just like the old cliché quote: Bad news, is Good news.

Kompas 28 Desember 2011

Gambar disamping adalah judul advertorial Kompas pagi ini pada halaman pertama, oleh “Keluarga Besar” BUMN. Ternyata dibalik halaman tersebut, ada lanjutannya:

“.. He he he.. Indonesia itu memang mengecewakan. Bagi mereka yang hobinya kecewa..”

Dan ternyata advertorial ini adalah mengenai pemberian Investment Grade bagi Indonesia, serta data berbentuk grafis mengenai perbandingan pertumbuhan GDP dan Inflasi. Ada juga perbandingan tingkat utang terhadap pendapatan negara; yang mustinya bisa memberi cara pandang baru dalam menakar nilai hutang; dengan tidak hanya semudah membagi total hutang dibagi jumlah penduduk saja, tapi dengan membandingkan dengan nilai pendapatan negara.

Tebakan saya, ini adalah inisiatif dari Pak Dahlan Iskan, yang sekarang menjabat sebagai Meneg BUMN. Bravo! A very good advertisement on promoting our growth..

Seperti biasanya; mungkin berita baik hanya akan selalu hanya lewat dan terkubur diantara tumpukan berita buruk. Selalu ada cara pandang yang entah kenapa melihat sesuatu hanya jeleknya saja. Hanya sisi salahnya saja.

But for every bad news; I’ll say; Optimism is about prospect, about the future. Pessimism is about what’s happening, about the present. Positivity gives us power to do something better. Negativity is just a waste of time.

Andy.

Craving for Mie Ayam

Saya tidak pernah bilang kalau makanan favorit saya adalah Mie Ayam. Tapi, nyatanya menu itu yang paling sering saya makan, apalagi beberapa minggu terakhir ini. Bukan Mie Ayam yang ada di rumah makan/warung/lokasi tertentu, tapi bisa dimana saja. Dan sepertinya.. ada sesuatu yang magis dalam  semangkuk Mie Ayam *hadeh*

To be honest, saya belum pernah merasakan Mie Ayam yang ueenaaaakk banget sampai rasanya tertinggal di memori saya, momen dimana ketika divisualisasikan; seperti ada kembang api dan bintang-bintang yang muncul ketika saya merasakan makanan itu; sekali lagi; belum pernah.

Tapi rupanya justru itu yang membuat entah kenapa perburuan Mie Ayam Sempurna itu yang sampai sekarang saya lakukan. Dan kriterianya pun sangat absurd. Saya pernah berpikir kalau “semakin ndeso semakin enak”, tapi nyatanya “ndeso” itu sendiri tidak bisa dideskripsikan dengan baik. Apakah gerobak reyot berwarna biru? Apakah penjualnya sudah tua, dan bukan sosok stereotype pemuda Wonogiri yang berkaos partai/jersey dan bersandal jepit dengan celana digulung sebelah? Atau saos sambal berwarna merah menyala dengan pinggiran botol yang sudah kering dan berwarna kehitaman?

Entah.

Sering saya berpikir (nek pas selo prab..), bahwa dari semangkuk Mie Ayam ini begitu banyak variasi rasa yang bisa terjadi. Condiment tambahan seperti ceker, paha ayam, bakso, atau kerupuk. Juga sesuatu yang bahkan menurut saya merusak rasa dasar Mie Ayam itu sendiri, seperti acar ketimun yang ditambahkan tanpa basa basi? Ataukah rasa Mie Ayam ini ditentukan semata karena banyaknya monosodium glutamate yang kadang tanpa ampun kedalam mangkok putih berlogo ayam jago?

Entah juga. Yang jelas perburuan Mie Ayam ter-enak saya belum, dan mungkin tidak akan pernah berakhir. Dan mungkin sekali ini adalah mind-trick yang secara sadar saya terima bulat-bulat agar saya punya alasan untuk terus mencari (dan blusukan) for The Ultimate Mie Ayam.

Mari berburu Mie Ayam; anyone?

Start from the Scratch

Mulai dari awal lagi.

Terakhir saya menulis di blog; adalah bulan November tahun lalu! Well, lot of things happened throughout this year, dan banyak sekali yang terlewat untuk didokumentasikan. Dan saya merasa beberapa tahun lagi saya akan menyesal kenapa saya tidak rajin menulis. At least walaupun jarang-jarang, tahun lalu masih mendingan lah..

Sudahlah. Sekarang belum 2012 dan masih ada waktu beberapa hari lagi di tahun 2011. Dan saya akan menulis lagi. Tapi kali ini tidak akan terbatas hanya tentang teknologi, atau hal-hal yang berbau restoran dan makanan saja. Ternyata, itu melimitasi diri saya sendiri untuk menulis (sounds like an apology, eh :p). Ini adalah blog baru, tentang apapun, yang tiba-tiba saja melintas dalam pikiran saya (dan saya punya waktu untuk menuliskannya). I’m starting from the scratch 🙂

C U soon!

ps: my old blog link